Berau Genjot IKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Pemasaran Digital, Target Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor Global

img

Pelatihan pemasaran digital yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau selama dua hari, 23–24 Juni 2026.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat langkah transformasi ekonomi daerah dengan mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Tidak lagi hanya berfokus pada produksi, pelaku usaha kini diarahkan untuk menguasai strategi pemasaran digital sebagai kunci memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pemasaran digital yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau selama dua hari, 23–24 Juni 2026.

 

Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab tantangan utama pelaku IKM di era saat ini, yakni keterbatasan akses pasar di tengah persaingan yang semakin ketat dan pergeseran perilaku konsumen ke platform digital.

 

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha tidak lagi cukup hanya pada aspek produksi, tetapi juga harus menyentuh kemampuan pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

Menurutnya, banyak produk lokal Berau sebenarnya memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu dikenal lebih luas karena keterbatasan dalam promosi dan pemasaran.

 

“Peserta yang kami libatkan memang sudah kami kurasi dari sisi kualitas produk, legalitas, bahkan desain kemasannya. Mereka juga sudah terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas),” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

 

Eva menjelaskan, proses kurasi dilakukan agar pelatihan ini tepat sasaran, yakni menyasar pelaku usaha yang sudah memiliki fondasi usaha yang cukup kuat untuk naik kelas.

 

Dengan demikian, materi yang diberikan dapat langsung diimplementasikan dan berdampak pada pengembangan usaha.

 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar IKM saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi bagaimana produk tersebut bisa dikenal, dicari, dan dibeli oleh konsumen di tengah derasnya arus informasi digital.

 

Dalam konteks inilah, pemasaran digital menjadi instrumen penting yang tidak bisa diabaikan.

 

Melalui platform digital, batas geografis yang selama ini menjadi hambatan pemasaran dapat dipangkas secara signifikan. Produk lokal Berau tidak lagi hanya bergantung pada pasar sekitar, tetapi memiliki peluang untuk menembus pasar nasional bahkan internasional.

 

“Kami ingin produk Berau tidak hanya dikenal di tingkat lokal. Harapannya bisa menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Hal tersebut dimungkinkan melalui pemasaran digital,” kata Eva.

 

Ia menambahkan, keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh keberadaan akun media sosial atau marketplace, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membangun narasi produk yang menarik dan membentuk kepercayaan konsumen.

 

Karena itu, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga strategi komunikasi pemasaran, kreativitas konten, hingga penguatan branding produk.

 

Peserta didorong untuk memahami bagaimana perilaku konsumen digital bekerja, termasuk cara menarik perhatian, mempertahankan minat, hingga mengarahkan keputusan pembelian.

 

“Pasca pelatihan ini kami berharap para pelaku usaha dapat membuat konten-konten yang mampu menarik minat konsumen, sehingga pemasaran produk tidak lagi terbatas oleh wilayah,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Noratni, menyebutkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 pelaku IKM yang telah melalui proses seleksi berdasarkan kesiapan usaha dan potensi pengembangan.

 

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mengandalkan platform digital menuntut pelaku usaha untuk segera beradaptasi agar tidak tertinggal.

 

Saat ini, konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga mencari informasi, membandingkan kualitas, hingga menilai kredibilitas brand melalui media digital sebelum mengambil keputusan pembelian.

 

“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan pelaku IKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk, sehingga mampu meningkatkan penjualan dan memperluas pasar,” ungkapnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari narasumber sekaligus trainer Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Rizal Firdaus.

 

Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran digital, teknik produksi konten kreatif, hingga cara membangun identitas merek agar produk memiliki daya tarik dan mudah dikenali di pasar yang lebih luas.

 

Melalui pelatihan ini, Pemkab Berau berharap lahir pelaku IKM yang tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga cakap dalam memasarkan produk secara modern dan kompetitif.

 

Transformasi ini diharapkan menjadi titik awal perubahan pola pikir pelaku usaha, dari sekadar menjual produk menjadi membangun merek yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Di tengah perubahan ekonomi yang bergerak cepat, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. Sebab, di era digital saat ini, produk yang unggul bukan hanya yang berkualitas, tetapi juga yang mampu tampil, dikenal, dan dipercaya oleh pasar. (sep/FN)